Olive Oil (Minyak Zaitun)

Minyak zaitun hasil olah buah zaitun menjadi ekstrak yang mempunyai segudang khasiat untuk kesehatan tubuh dan Kecantikan, Salah seorang wanita yang sangat tersohor karena wajah cantik dan kulit yang begitu mulus adalah Ratu Cleopatra. Sebagai Ratu Mesir di zaman kuno sudah pasti penting untuk merawat kesehatan maupun kecantikan dirinya sendiri. Bukan hanya dia, banyak artis di Indonesia yang mengakui bahwa kecantikan diri yang didapat adalah berkat minyak zaitun.

Kandungan Minyak Zaitun?
Senyawa kimia yang tersimpan dalam minyak zaitun misalnya triasilgliserol yang merupakan asam lemak tak jenuh tunggal dengan jenis omega 9 (asam oleat). Kadar omega 9 sekitar 55 – 83 persen dari total asam lemak. Karena lemak tersebut baik untuk tubuh sebab berjenis lemak tak jenuh tunggal, risiko tubuh teroksidasi lebih sedikit ketimbang omega-6 dan omega-3.

Manfaat Minyak Zaitun
Kandungan lain yang juga terdapat dalam minyak zaitun adalah Vitamin E, fungsinya untuk kesehatan maupun kecantikan adalah merawat rambut agar lebih sehat karena terus mendapat suplai nutrisi dari luar.

Khasiat Olive Oil ?
1. Merawat kulKulit adalah bagian tubuh terluar yang memiliki risiko tertinggi mengalami kerusakan akibat terpaan banyak bakteri maupun unsur lain seperti kulit kering, kusam dan keriput lebih cepat. Untuk mencegah masalah tersebut Anda harus melakukan perawatan kulit secara rutin agar beragam masalah yang menimpa kulit jadi terminimalisir risikonya. Cara yang paling mudah yaitu mengoleskan minyak zaitun sebelum beraktivitas dan menjelang tidur malam. Tujuan pemakaian minyak zaitun sebelum beraktivitas adalah mengurangi dampak buruk pada kulit akibat terpapar sinar matahari. Di samping itu kulit akan teras lebih segar, kencang, halus dan lembut.

2. Mengatasi Wajah Berminyak
Berlebihnya jumlah minyak pada wajah dapat memperburuk penampilan seseorang, oleh sebab itu sangat penting mencari solusi sehat agar tidak lagi mengalami masalah tersebut.

Langkah utama yang bisa Anda coba adalah menggunakan masker yang terbuat dari campuran minyak zaitun dan bubuk cendana. Kalau bisa lakukan saat wajah terasa lelah, biarkan masker menempel 15 menit lamanya. Terakhir basuh wajah untuk mengangkat masker menggunakan air dingin, keringkan wajah menggunakan tisu atau tepuk-tepuk menggunakan telapak tangan.

3. Mengangkat Kotoran Di Wajah
Jika Anda adalah pegawai yang ditugaskan untuk selalu bekerja di luar ruangan, pastikan agar memberikan perlindungan lebih terhadap kesehatan, khususnya kulit.

Gunakanlah minyak zaitun sehabis melawan teriknya matahari. Pertama basuh wajah menggunakan air hangat atau uapkan dengan air yang sedang didihkan, tujuannya agar pori-pori wajah terbuka. Setelah itu oleskan minyak zaitun pada kulit wajah secara merata, diamkan selama 5 menit. Jika sudah bersihkan wajah menggunakan air hangat, terakhir bilas lagi dengan air dingin agar kotoran yang telah keluar tidak masuk lagi karena pori-pori wajah mengecil.

4. Merawat Rambut
Anda bisa mengkombinasikan antara ekstrak buah zaitun dengan madu yang dipercaya para ahli kecantikan sebagai bahan herbal untuk merawat rambut dari berbagai macam kerusakan.

    Mengembangkan Rambut: Siapkan sebuah mangkuk kosong, pecahkan dua butir telur dan masukkan pada mangkuk, setelah itu kocok dengan sendok. Tambahkan satu cangkir minyak zaitun pada mangkok tadi, diamkan selama 2 menit agar kalis. Setelah itu balurkan campuran bahan ini pada akar hingga ujung rambut. Diamkan 10 menit setelah itu keramas pakai shampo.
    Memanjangkan Rambut: Tumbuk biji lemon dan lada, campur keduanya kedalam dua sendok makan minyak zaitun. Basuh perlahan pada kulit kepala secara merata, diamkan 20 menit lamanya kemudian cuci menggunakan shampo.
    Merawat Kerusakan Rambut: Masukkan material alami seperti minyak zaitun, kelopak bunga mawar atau ekstrak melati ke dalam botol. Tutup dan diamkan minimal 24 jam. Jika sudah, basahi rambut menggunakan air panas agar pori-pori sedikit terbuka. Oleskan minyak zaitun pada kulit kepala, pijat beberapa saat barulah keramas.

Manfaat Minyak Zaitun Bagi Kesehatan
Jika minyak zaitun lebih Anda pilih untuk memelihara kesehatan tubuh, Anda bisa menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng biasa karena hasil masakan yang dihasilkan akan menyehatkan.

Beberapa khasiat dari minyak zaitun jika digunakan secara internal bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

    Mencegah penyakit jantung dan stroke.
    Membunuh sel kanker.
    Mengurangi dan memulihkan radang sendi.
    Menjaga kepadatan tulang sehingga tidak terserang osteoporosis.
    Menurunkan kadar glukosa dalam darah.
    Mendetoksifikasi molekul yang tidak seimbang dengan kata lain sebagai penangkal radikal bebas.
    Memperbaiki kualitas ASI.
    Mengurangi terjadinya penyumbatan (Trombosis) juga penebalan (Arteriosklerosis) pembuluh darah.
    Membasmi kutu di rambut.
    Mengurangi risiko terserang kanker rahim, colon, kulit dan lambung.
    Menghindari terserang penyakit tukak lambung pada sistem pencernaan.
    Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
    Mengurangi efek negatif dari penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah.
    Mengurangi angka kematian jika rutin konsumsi minyak zaitun.
    Mengobati penyakit wasir, caranya: Siapkan satu sendok makan minyak zaitun (extra virgin), kemudian campurkan dengan bubuk habbatussauda secukupnya. Ratakan, minum sehari 3 kali, selama satu pekan. Manfaat minyak zaitun untuk mengobati wasir ini diminum sebelum makan.

 

Satya Wishnu Lemurian

Ketika Waktu Adalah Uang (Kapitalisme Waktu dalam Film In Time)

 

Aku tidak punya waktu

Aku tidak punya waktu mengkhawatirkan kenapa itu terjadi

Itu memang sudah begitu

Kami direkayasa secara genetik agar penuaan berhenti pada usia 25 tahun

Kecuali kita punya waktu tambahan lagi

Saat ini waktu adalah uang

Kami dapatkan lalu habiskan

Orang kaya bisa hidup selamaya

Sementara yang lain…,

Aku hanya ingin bangun waktu lebih banyak di tangan daripada waktu sehari

Masalahnya, usia kami tinggal setahun lagi

 

(Prolog Film In Time)

 

Itulah prolog yang sangat apik dan tersirat esensi dari film In Time yang akan diulas dalam tulisan singkat ini. Film In Time ini berlatar waktu sekitar tahun 2161, dimana saat itu ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat serta super canggih. Sampai-sampai manusia saat itu telah mampu mengubah susunan genetika tubuh mereka sendiri dan membuatnya berhenti menua pada usia 25 tahun. Setelah berumur 25 tahun, manusia hanya diberi tambahan waktu 1 tahun untuk hidup.
Di lengan mereka terpasang jam yang menunjukkan sisa waktu hidup mereka. Maka dari itu mereka harus bekerja untuk memperpanjang waktu mereka di dunia. Jika tidak mereka akan kehabisan waktu dan mati seketika secara mendadak apabila 13 digit angka jam mereka telah menunjukan angka nol semua. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah penduduk yang berlebihan dan bertambah dari tahun ke tahun. Seperti diketahui oleh masyarakat umum, dengan meledaknya populasi manusia di bumi maka akan berdampak pada tingkat polusi akan meningkat, kemiskinan merajalela, kesempatan kerja terbatas, sehingga banyak yang menganggur. Bahkan ledakan penduduk yang sangat dahsyat bisa membahayakan kestabilan bumi. Untuk mengatasi masalah ledakan penduduk ini, maka dibuatlah suatu sistem baru dalam kehidupan manusia. Dalam film In Time ini, kita dikenalkan dengan sistem tersebut. Sistem baru ini dibuat untuk mengurangi kepadatan penduduk dunia dengan cara alami. Memang secara tersurat hal tersebut tidak disampaikan dalam film tersebut tetapi jika dirunut-runut certitanya mengindikasikan demikian. Sistem yang disebutkan tadi menjadikan usia atau umur manusia sebagai mata uang yang berlaku. Waktu adalah uang dalam film ini. Waktu dijaikan alat tukar untuk membeli sesuatu layaknya uang. Misal, secangkir kopi dihargai 3 menit, mobil mewah dihargai dengan 59 tahun umur manusia. Ternyata ungkapan Binjamin Franklin yang menyatakan bahwa waktu adalah uang, benar-benar direalisasikan dalam film In Time ini. Yah bukan mustahil hal tersebut bisa terjadi. Binjamin Franklin yang hidup sekitar tahun 1706-1790 adalah seorang tokoh Amerika Serikat yang cukup popular dan memiliki banyak keahlian dan pekerjaan. Ia seorang wartawan, penerbit, pengarang, filantrofis, abolisionis, pelayan masyarakat (pejabat), ilmuwan, diplomat, dan juga penemu. Bahkan Franklin adalah salah seorang pemimpin Revolusi Amerika, dan salah satu penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Tidak heran begitu banyaknya kesibukan Binjamin Franklin sehingga ia membuat sebuah ungkapan “waktu adalah uang”.

Film In Time ini merupakan sebuah film fiksi ilmiah yang diperankan oleh Amanda Seyfried, Justin Timberlake, Cillian Murphy, Olivia Wilde, Matt Bomer, Alex Pettyfer, Johnny Galecki dan Vincent Kartheiser. Film ini menceritakan tentang suatu kelompok masyarakat dimana waktu adalah berfungsi sebagai mata uang mereka. Orang yang memiiki banyak waktu adalah mereka yang beruang, dan sebaliknya orang yang sedikit waktu adalah miskin yang selalu berjuang mencari pinjaman waktu ke orang lain agar dapat bertahan hidup di dunia atau mereka akan mati mendadak karena kehabisan waktu dan tak mendapatkan pinjaman sedetikpun. Waktu tersebut layaknya jam yang berada di lengan kiri mereka tetapi waktu yang ada di tangannya itu berkurang setiap detiknya. Entah itu untuk membeli makanan atau untuk menikmati layanan jasa tertentu, untuk membeli tiket, dan lain sebagainnya. Intinya jam yang ada di lengan seseorang itu merupakan kekayaan mereka. Semakin banyak waktu yang dimiliki semakin kaya orang tersebut. Di dalam film tersebut digambarkan kesenjangan sosial antara yang miskin dan kaya. Kelompok masyarakat yang miskin tinggal di daerah Dayton, sementara yang kaya bermukin di daerah yang namanya New Grenwhich dimana di daerah itu berbagai kemewahan hidup dapat diperoleh. Di Dayton sendiri merupakan lingkungan miskin yang minim fasilitas-fasilitas kemewahan.

Justin Timberlake dalam film ini berperan sebagai Wil Salas, seorang pemuda pekerja yang berusia 28 tahun dan tinggal bersama ibunya, Rachel (Olivia Wilde), yang berusia 50 tahun. Suatu hari, Will menyelamatkan seorang milyuner dengan masa hidup yang tersisa lebih dari satu abad, Henry Hamilton (Matt Bomer), dari kejaran sekelompok orang yang berniat mencuri usia Henry. Sebagai rasa terima kasih dan karena rasa bosannya telah hidup lama, Henry memberikan seluruh sisa hidup yang ia miliki pada Will. Kematian Henry kemudian menjadi sensasi tersendiri bagi beberapa pihak keamanan yang mengira Will mencuri waktu tersebut, padahal waktu tersebut ia dapatkan tanpa ia meminta. Film ini mengajarkan kita berbagai metafora sosial mengenai jurang pemisah yang terbentuk antara kelompok kaya dan kelompok miskin, bagaimana orang yang berkuasa (baca: pemerintah) memperlakukan rakyatnya secara tidak adil, bagaimana kerasnya kehidupan bagi mereka yang hidup dengan keseharian yang pas-pasan hingga bagaimana banyak orang di dunia lupa akan arti kemanusiaan hanya karena materi. Kisah-kisah selanjutnya yaitu nantinya Wil Salas ini akan berperan seperti Robin Hood dibantu Sylvia Weis yang diperankan oleh Amanda Seyfried. Wil Salas akan memainkan peran sebagai seorang Robin Hood, sosok pencuri yang membantu orang-orang yang kesulitan, khususnya dalam hal finasialnya. Wil Salas mencuri karena tak ada pilihan lain. Kasihan melihat orang-orang miskin yang mati satu per satu di depan matanya, Wil pun memutuskan untuk mencuri waktu-waktu yang ditimbun di bank-bank oleh orang-orang kaya. Dalam operasi pencurian ini Wil dibantu oleh Sylvia yang merupakan anak dari milyarder dari New Grenwhich, juga menjadi kekasih Wil Salas nantinya.

Ada beberapa catatan kritis terhadap film In Time. Pertama, mengenai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang terkadang menjadikan manusia tak bermoral dan tak berperikemanusiaan. Hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup seakan hilang perlahan-lahan ditelan zaman. Seperti dalam film tersebut, menjadikan waktu atau usia/umur manusia sendiri sebagai mata uang yang berlaku di masyarakat tersebut. Waktu tersebut dipertukarkan dengan barang, jasa, atau kesenangan hidup lainnya. Disini posisi waktu layaknya uang yang bisa dijadikan alat tukar untuk membeli suatu barang atau jasa. Sementara secara genetik manusia dibatasi penuaannya hanya sampai umur 25 tahun dan hanya diberi tambahan waktu 1 tahun untuk bertahan hidup. Untuk itu seseorang harus bekerja agar dapat hidup. Sungguh hal ini sangatlah tidak adil bagi orang miskin yang sisa waktunya tinggal sebentar, bagaimana jika orang miskin ini sakit? Dengan apa ia makan, dengan apa ia membayar biaya rumah sakit dan obat-obatannya? Tentu saja jika sistem mata uang seperti dalam film tersebut maka orang-orang kaya atau kaum kapitalislah yang akan abadi hidupnya serta sejahtera. Sementara bagaimana nasib kaum proletarnya? Itulah yang harus dipikirkan bersama. Kedua, dengan mengubah susunan genetika tubuh manusia dan membuat mereka berhenti menua pada usia 25 tahun adalah suatu perbuatan yang melanggar takdir Tuhan. Padahal menurut ajaran Islam, takdir umur manusia telah ditentukan oleh Tuhan sejak ia dalam kandungan dan hal tersebut dicatat dalam sebuah kitab yang bernama Lauh Mafhuzh. Juga dengan menjadikan waktu sebagai alat tukar seperti yang ada dalam film tersebut sungguh sangat menindas kaum miskin. Kelompok orang-orang miskin tertindas, bekerja mati-matian untuk bisa hidup dari hari ke hari. Sementara Kelompok orang-orang kaya bersenang-senang dengan gaya hidup hedonisnya, menghamburkan harta yang dimilikinya demi kesenangan diri pribadi. Ketiga, Kesenjangan sosial tampak jelas dalam film tersebut. Antara kota Dayton, yang merupakan asal kota dari Wil Salas, dan Kota New Grenwhich, yang merupakan asal kota Sylvia Weis. Dayton adalah simbol dari kemiskinan, sementara New Grenwhich merupakan simbol kaum kapitalis yang kaya. Dapat ditarik benang merah bahwa meskipun secanggih apapun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tak akan dapat menghilangkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Kedua kelas tersebut sudah ada sejak dulu, sebelum Karl Marx, pengusung masyarakat tanpa kelas, lahir ke dunia. Sampai sekarang diantara kedua kelas tersebut masih saja ada gap yang membatasi antar keduanya. Bahkan di tahun-tahun mendatang pun diperkirakan kedua kelas sosial tersebut akan tetap eksis, seperti yang digambarkan dalam film In Time, dimana terdapat kesenjangan antara kelompok masyarakat yang tinggal di Dayton dan New Grenwhich.

 

Tujuh Pesan Guru Ann

1). Hidup adalah untuk beribadah dan ibadah itu meliputi semua aspek dalam kehidupan sehari2 asalkan melakukannya benar2 dengan niat hanya krn اَللّهُAllah semata.

2). Dalam hal melakukan segala sesuatu itu harus dengan upaya yg semaksimal mungkin semampu kita tanpa berfikir hasil akhir karena hasil akhir itu hanya اَللّهُ Allah yang berhak menentukan.

3). Hanya Allahاَللّهُ lah yg mengetahui apa yang terbaik buat diri kita,kita tdk pernah mengetahui apa yang terbaik buat diri kita sendiri apalagi untuk org lain, namun kita sering menjadi sombong dengan merasa tahu sehingga seringkali kita jadi memaksakan keinginan kita kepada اَللّهُ

4). اَللّهُ Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan

5). Segala sesuatu yang kita miliki adalah milik اَللّهُ Allah semata termasuk ILMU, sehingga kita tidak berhak untuk menguasainya sendirian melainkan harus diamalkan dengan pertanggungjawabannya nanti kelak di hadapan اَللّهُ Allah. Demikian pula halnya dengan harta sehingga kita harus siap setiap saat bila semua itu nanti diambil kembali oleh Allah اَللّهُ .

6). Segala sesuatu datang dari اَللّهُ Allah dan akan kembali ke اَللّهُ Allah jua sehingga kita tidak perlu merasa stress dalam menghadapi permasalahan. Masalah itu datang dari اَللّهُ Allah maka solusinya pun hanya kepada اَللّهُAllah jua lah tempat kita bertanya dan memohon petunjuk.

7). Dalam melakukan ibadah itu harus lah dilakukan dgn niat krn اَللّهُ Allah semata bukan mengharapkan surga atau pun pahala krn surga atau pahala itu hanyalah bonus. Jadi lakukan dgn niat Lillaahi Ta’alla bukan Lilbonus atau Lil2 lainnya.

 

Sex Education, Masuk Kurikulum Pengajaran di Sekolah?

Di era postmodern seperti sekarang ini pendidikan untuk anak didik di sekolah sangat dibutuhkan. Terutama sekali yang harus diperhatikan yaitu sex education, dimana hal ini sangat jarang diperhatikan oleh para orang tua dan guru di sekolah. Padahal untuk anak usia remaja yang sedang mengalami masa-masa puber, pengetahuan tentang sex murni dibutuhkan, agar mereka tak terjerumus ke dalam dunia kelam pergaulan bebas. Bahkan para remaja seringkali mencari tahu sendiri pengetahuan-pengetahuan tentang ”seks” melalui googling di internet. Tentu saja hal tersebut terjadi karena orang tua dan guru di sekolah terlalu menganggap tabu istilah seks untuk diajarkan pada anak. Sebenarnya pikiran mereka salah. Dengan lingkungan keluarga dan sekolah yang cenderung membatasi keingintahuan anak, maka akan berakibat fatal yaitu, terjerumusnya mereka pada jalan menyimpang sex bebas. Untuk menanggulangi hal itu terjadi maka perlulah sex education atau pendidikan tentang seks untuk dimasukan ke dalam kurikulum sekolah. Jika muncul pertanyaan kenapa harus dimasukan ke dalam pengajaran di sekolah, maka jawabannya cukup simple. Pertama, orang tua umumnya tidak bisa menjelaskan mengenai sex education kepada anaknya sendiri karena keterbatasan pengetahuan mereka. Kedua, orang tua telah memasrahkan segala hal terkait pendidikan anaknya pada sekolah. Jadi otomatis, sekolahlah yang seharusnya menyisipkan pengajaran tentang sex education kepada anak didiknya. Caranya dengan menambah materi pelajaran tentang sex education ke dalam kurikulum pengajaran. Minimal pelajaran tentang seks ini diberikan untuk para remaja sekali dalam tiga tahun. Atau bisa juga melalui para gurunya. Setiap guru harus memiliki misi untuk menyisipkan materi-materi mengenai sex education melalui humor-humor segar yang dilontarkan selama proses pembelajaran. Semoga dengan masuknya sex education ke dalam kurikulum pengajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, akan mengurangi jumlah remaja yang terjerumus ke lembah hitam seks bebas. Saya hanya bisa berkata, “amin”, kabulkanlah Ya Allah.

 
 

Maria Zaitun: Pelacur Kekasih Tuhan??

Awal mendengarkan puisi nyanyian angsa yang dibacakan oleh Rendra, Saya merasa biasa saja dan belum menemukan poin-poin istimewa dari karya sastra monumental tersebut. “Seperti membaca teks narasi, seperti sedang bercerita, dan bukan membaca puisi”, gumamku dalam diam di kamar kosan. Masih menerka-nerka, “mana sisi menariknya”?, tanyaku dalam hati. Selintas Aku teringat dosen sosiologi sastra, Bu Rini namanya, mengatakan bahwa puisi nyanyian angsa karya Rendra luar biasa bagusnya. Beliau menegaskan bahwasanya ia sendiri pun tak pernah jemu mendengarnya. Akhirnya Aku pun memutuskan untuk mendengarkan lebih seksama sembari menyimak teks puisinya. Hingga tiga kali Aku pun mendengarkan puisi tersebut. Setelah berdiskusi dengan seorang teman, Aku pun lebih memahami keindahan dan kekritisan puisi nyanyian angsa tersebut.

Puisi berjudul “Nyanyian Angsa” karya WS Rendra ternyata sungguh luar biasa! Mengangkat isu sosial yaitu mengenai pelacur, tepatnya kehidupan seorang pelacur bernama Maria Zaitun yang terpinggirkan karena sudah tua dan penyakit sipilis yang dideritanya. Namun, meskipun dibuang dan dicaci di sana-sini oleh banyak orang, bahkan malaikat penjaga surga pun enggan melihat wajahnya, tetapi ia malah menjadi kekasih Tuhan. Ia mendapatkan kenikmatan surga firdaus yang tak pernah dibayangkannya selama hidup di dunia. Padahal di dunia ia hina karena berprofesi sebagai pelacur. Zina itu dosa besar, apalagi zina yang diperjualbelikan layaknnya jasa. Dalam agama apapun melacurkan diri adalah dosa besar dan dilarang agama. Itulah fakta sosialnya. Tak terkecuali dalam Katholik, agama yang dianut Rendra sewaktu ia menulis puisi ini.

Nah untuk lebih memahami puisi nyanyian angsa karya Rendra, maka akan dijelaskan lebih terperinci apa yang telah Saya pahami. Nyanyian angsa merupakan salah satu puisi Rendra yang paling monumental karena bercerita mengenai kehidupan seorang pelacur bernama Maria Zaitun, dimana pelacur itu digambarkan sangat menderita. Seperti dicuplik dari puisi nyanyian angsa:

…Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang sengsara.
Kurang cantik dan agak tua.

…Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang takut dan celaka.

…Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang lapar dan dahaga.

…Maria Zaitun namaku.
Pelacur lemah, gemetar ketakutan.

…Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang kalah.
Pelacur terhina.

Maria Zaitun diusir oleh majikan rumah pelacuran atau dalam istilah sekarang mami/mucikari. Dengan dalih sudah lama Si Maria Zaitun sakit, hanya bisa berbaring di tempat tidur, tak bisa menghasilkan uang, dan malah menambah beban si mami karena harus membiayai kehidupannya. Akhirnya dengan rasa sakit yang menjadi-jadi, Maria Zaitun keluar rumah pelacuran tanpa membawa koper. Harta miliknya pun tak ada sedikit pun. Teman-temannya pun membuang muka mengiringi kepergian Maria. Penyakit sipilis atau raja singa yang dideritanya, disertai demam, dan penyakit jantungnya kambuh pula saat itu benar-benar menambah penderitaan perempuan itu. Seperti digambarkan dalam puisi tersebut:

…Sempoyongan ia berjalan.
Badannya demam.
Sipilis membakar tubuhnya.
Penuh borok di klangkang
di leher, di ketiak, dan di susunya.
Matanya merah. Bibirnya kering. Gusinya berdarah.
Sakit jantungnya kambuh pula….

Dengan keadaan seperti apa yang digambarkan di atas, Maria Zaitun pergi ke dokter. Di rumah sakit banyak pasien mengantri menunggu giliran periksa. Ia duduk diantara para pasien lain. Namun lagi-lagi orang-orang menghina, melecehkan, dan melukai perasaannya dengan perilaku orang-orang di sekitarnya yang menyingkir dan menghindarinya serta menutup hidung mereka.  Sungguh malang nasib Maria Zaitun!

Kejadian dalam ruang periksa pasien sungguh sangat miris. Maria Zaitun lagi-lagi mendapat kemalangan yag bertubi-tubi. Ia tak dihargai sebagai seorang pasien oleh sang dokter yang memeriksanya. Hanya karena ia tak punya uang, Maria Zaitun tak mendapat pengobatan yang layak untuk penyakit yang dideritanya itu. Hal tersebut terlihat dalam percakapan antara dokter dan juru rawat:

…Dan ia tak jadi mriksa.
Lalu ia berbisik kepada jururawat:
“Kasih ia injeksi vitamin C.”
Dengan kaget jururawat berbisik kembali:
“Vitamin C?
Dokter, paling tidak ia perlu Salvarzan.”
“Untuk apa?
Ia tak bisa bayar.
Dan lagi sudah jelas ia hampir mati.
Kenapa mesti dikasih obat mahal
yang diimport dari luar negri?”….

Kutipan puisi di atas merupakan kritik terhadap lembaga kesehatan, seperti rumah sakit, klinik kesehatan, dan lain-lain. Orang yang tak punya uang untuk berobat tak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Berobat itu mahal! Butuh uang! Lalu kalau begitu bagaimana nasib orang miskin?, seperti Maria Zaitun, pelacur yang tak punya apa-apa lagi selain penyakit sipilis yang dideritanya sekarang. Nah ini juga yang ingin disampaikan Rendra melalui puisi nyanyian angsanya.

Selain bermaksud menyampaikan kritiknya mengenai lembaga kesehatan, Rendra juga mengkritik lembaga agama, dalam hal ini gereja katholik. Kutipan keresahan Rendra yang termaktub dalam Nyanyian Angsa mengenai lembaga agama:

Pintu gereja telah dikunci.
Karna kuatir akan pencuri.
Ia menuju pastoran dan menekan bel pintu.
Koster ke luar dan berkata:
“Kamu mau apa?
Pastor sedang makan siang.
Dan ini bukan jam bicara”…

Gereja merupakan tempat beribadah umat kristiani dan tentu saja itu rumah Tuhan. Namun, yang menjadi pertanyaan disini adalah mengapa pintu gereja dikunci? Karena takut pencuri kah? Sungguh irasional kalau dilogika dengan akal sehat. Bagaimana umatnya beribadah ke gereja kalau rumah ibadahnya saja dibatasi. Seseorang dalam hal ini tidak memiliki kebebasan individu untuk melakukan aktivitasnya sebagai mahluk rohani/spiritual. Namanya saja beribadah, bukannya bisa kapan saja? Tidak harus ada jadwal untuk berkunjung ke gereja. Harusnya kita bebas berkunjung ke gereja kapan saja, namanya juga rumah Tuhan. Masa dibatas-batasi. Tak adil rasanya bagi umat.

Rendra juga merasa resah mengenai cara beribadah umat Katholik yang memerlukan perantara, yaitu pastor. Kenapa harus ada jam bicara dan kenapa pula harus ada jam berdoa? Sepertinya Pastor sudah memiliki jadwal yang terstruktur hingga ia pun punya hak untuk menolak orang yang datang untuk mengaku dosa jika bukan jadwal jam bicara. Kenapa ada yang namanya pengakuan dosa kepada Pastor? Mengapa tidak langsung saja mengaku dosa ke Tuhan? Untuk berhubungan dengan Tuhan saja memerlukan Pastor sebagai perantaranya. Hal inilah yang membuat Rendra agak meragukan agama Katholik yang telah dianutnya sejak ia dilahirkan. Sehingga akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk Islam ketika menikah dengan Sitoresmi, istri keduanya. Dengan alasan keresahan-keresahan tersebut dan rasa cintanya pada Sitoresmi, Rendra pun pindah agama.

Percakapan Maria Zaitun dan Pastor menggambarkan bahwa Pastor tidak menyambut baik kedatangan Maria Zaitun. Pastor datang satu jam setelah Maria menunggunya. Dan dengan enaknya bicara bahwa saat itu bukan jam bicara tetapi waktunya Pator berdoa. Di dalam percakapan Pastor pun tidak bisa membuat hati Maria Zaitun menjadi tenang. Malah memojok-mojokan Maria. Seorang pastor, ahli agama seperti ustadz dalam Islam seharusnya bisa mengademkan suasana hati Maria Zaitun, bukan malah mengadili dia dan menganggap rendah seorang pelacur. Seperti yang saya kutip di bawah ini:

…Lalu pastor kembali bersuara:
“Kamu telah tergoda dosa.”
“Tidak tergoda. Tapi melulu berdosa.”
“Kamu telah terbujuk setan.”
“Tidak. Saya terdesak kemiskinan.
Dan gagal mencari kerja”….

Kisah Maria Zaitun berakhir dengan kebahagiaan. Meskipun di dunia pelacur yang bernama Maria Zaitun ini penuh dengan penderitaan, tetapi di surga ia malah menjadi kekasih Tuhan. Di dunia ia, direndahkan, dilecehkan, diasingkan karena ia pelacur dan ia juga menderita sakit jantung dan penyakit sipilis yang membuat seluruh tubuhnya penuh dengan borok. Orang-orang di dunia dan bahkan malaikat penjaga surga firdaus pun enggan menoleh padanya. Malah selalu memasang wajah beku dan menakutkan. Namun Tuhan masih menyayanginya dan memasukannya ke surga Firdaus. Ia mendapat kenikmatan yang belum dirinya dapatkan selama di dunia. Suatu kenikmatan yang baru ia rasakan ketika Maria Zaitun masuk ke surga firdaus. Sepi, duka, dan takut yang ia rasakan di dunia telah sirna. Dan semuanya itu terbayar dengan kenikmatan yang ia dapatkan di surga.

Rendra dengan apiknya menganalogikan kenikmatan di surga dengan hubungan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan. Seperti dicuplik dari puisi nyanyia angsa:

…Lelaki itu membungkuk mencium mulutnya.
Ia merasa seperti minum air kelapa.
Belum pernah ia merasa ciuman seperti itu.
Lalu lelaki itu membuka kutangnya.
Ia tak berdaya dan memang suka.
Ia menyerah.
Dengan mata terpejam
ia merasa berlayar…

Untuk orang awam yang belum tahu makna puisi tersebut akan berpikiran negatif mengenai Rendra. Ooh ternyata Rendra mesum. Berani-beraninya menganalogikan penyambutan Maria oleh Tuhan dengan kenikmatan persetubuhan antara Tuhan dan Maria, pelacur yang selalu menderita di dunia.

Beberapa frase juga diulang-ulang/ada semacam repetisi. Dan tersebut menambah keindahan puisi nyanyian angsa. Misalnya frase: “ malaikat penjaga firdaus” dengan segala karakter sifat yang disebutkan. Repetisi ini memiliki makna yang berfungsi untuk mempertegas sesuatu hal.

Menurut pendapat Saya secara keseluruhan puisi “Nyanyian Angsa” bagus. Dari judul puisi itu sendiri pun memiliki makna simbolik tersendiri. Orang awam tak akan tahu bahwa judul puisi Rendra ini melambangkan kisah Maria Zaitun: Sang Pelacur Kekasih Tuhan yang berlari kesana-kemari sebelum ajal kematian menjemputnya. Yah, memang tepat sekali analogi Rendra. Pasalnya, seeokor angsa ketika telah disembelih dan merasakan kesakitannya serta darah bercucuran dari lehernya ia masih bisa berjalan kesana-kemari menahan kesakitannya itu. Begitu pula Maria Zaitun yang dianalogikan Rendra layaknya angsa. Sebelum Maria Zaitun dijemput ajalnya, dengan penyakit yang dideritanya itu ia begitu sangat menderita sakit fisik dan batin yang sangat mendalam. Di tengah kesakitannya itu, ia masih bisa berjalan kesana-kemari, menahan kesakitannya dan berusaha untuk tetap hidup. Sungguh luar biasa imanjinasi Rendra tentang sosok seorang pelacur kekasih Tuhan bernama Maria Zaitun. Terkagum-kagum Saya dibuatnya, setelah mendengar dan menganalisis puisi pamungkas Rendra ini. Sungguh! Tak percaya? Buktikan saja!

Ulasan Film DEAD POETS SOCIETY

Gambar

Pukul 14.30 WIB kelas sosiologi sastra dimulai. Kebetulan dari awal Saya tak tahu jika kuliah hari itu, hanya menonton film. Jelas jam-jam tersebut waktu enak-enaknya untuk tidur siang. Maka tak heran beberapa mahasiswa terlihat mengantuk saat nonton film yang durasinya sekitar dua jam lebih itu. Beberapa mahasiswa yang terlambat, sedikit banyak mengalihkan perhatian, dari film ke teman-teman mahasiswa yang terlambat. Bahkan ada mahasiswa yang datang pukul 15.30 WIB. Sungguh lucu sekali suasana saat itu. Dan mahasiswa– mahasiswa yag tak disiplin itu pun masih diperkenankan untuk masuk kelas.

Dead Poets Society, itulah judul film itu. Sejenak Saya bayangkan berdasarkan judul tersebut. “Pasti isinya mengenai kematian puisi, masyarakat puisi yang telah mati, dan nanti pasti ada tokoh yang bisa menghidupkan kembali puisi”, tebakku dalam hati. Dan memang tebakan itu tak selamanya benar, hanya saja substansinya yang benar.

            Dead Poets Society merupakan sebuah film Amerika produksi 1989 yang menceritakan seorang guru bahasa inggris sekolah menengah atas khusus laki-laki sekitar tahun 1950-an, yang menginspirasi muridnya untuk selalu membuat perubahan dalam hidup mereka dan merangsang mereka tertarik puisi. Tokoh-tokoh dalam film ini yaitu, John Keating: Robin Williams sebagai guru bahasa inggris dan tujuh anak laki-laki: murid-murid sekolah Welton, Neil Perry (Robert Sean Leonard), Todd Anderson (Ethan Hawke), Knox Overstreet (Josh Charles), Charlie Dalton (Gale Hansen), Richard Cameron (Dylan Kussman), Steven Meeks (Allelon Ruggiero) serta Gerard Pitts (James Waterston).

Pada awalnya Saya bingung, mau kemana arah film ini. Gregetnya kemana, kok tak muncul-muncul ya inti persoalannya. Apa menariknya film ini? Apakah karena diselipi dengan puisi-puisi kah? Ah rasanya bosan dan ngantuk jadinya. Namun beberapa saat kemudian, Saya dapat esensinya. Ada seorang tokoh bernama Neil yang sekolah di Welton. Keluarganya berharap Neil menjadi dokter, sehingga ia disekolahkan di situ agar bisa menembus Harvard University. Itulah mimpi Ayahnya. Eksesnya, Neil tak diberi kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri, bahkan segala kegiatan yang disukai Neil dilarangnya, seperti, akting dan puisi, agar tidak menganggu kegiatan belajarnya di sekolah. Tapi di tengah perjalanan, Neil menyukai dunia akting dan puisi yang sangat ditentang keluarganya, terutama oleh Ayah Neil sendiri. Neil nekad, berani menentang ayahnya berkat dukungan dan dorongan dari gurunya, Mr.Keating dan teman-temannya di Dead Poets Society. Neil punya bakat akting yang luar biasa dan mendapat pujian akan itu. Namun orang tua terkadang tidak memberikan hak suara untuk anaknya, tidak memberi kesempatan pada anaknya untuk berbicara dan berargumentasi, bahkan memberikan kesempatan aktualisasi diri dan membebaskan apapun kemauan si anak. Baginya, yang terbaik untuk anaknya adalah seperti apa yang ia harapkan. Tak peduli apa minat si anak. Hingga konflik Neil ini berakhir tragis dengan ending bunuh diri yang dilakukan Neil, sebagai protes akan keterkekangan yang dialaminya. Dan lebih tragisnya lagi, yang disalahkan atas peristiwa bunuh diri ini adalah Mr. Keating. Ia dianggap telah memupuk paham kebebasan di sekolah Welton, dengan didirikannya kembali club Dead Poets Society, yang pernah didirikannya 15 tahun yang lalu ketika ia masih bersekolah di Welton.

            Mr. Keating memang yang mengajarkan murid-muridnya mengenai makna kebebasan.  Baginya, yang juga merupakan pendiri Komunitas Dead Poets Society, sekolah bukanlah tempat yang tepat untuk mengembangkan diri karena hanya dalam mimpilah manusia dapat bebas. Menurut Mr. Keating yang mengusung tema kebebasan ini, pendidikan adalah belajar untuk berpikir sendiri. Tanpa campur tangan dan pengaruh dari orang lain yang cenderung mengarahkan. Hal tersebut ditentang oleh kepala sekolah Welton dengan alasan usia. “Kebebasan tidak bisa di usia mereka yang sekarang”, tegas Kepala Sekolah. Namun Saya seide dengan Mr. Keating, sekolah adalah suatu lembaga yang yang tidak selalu mengarahkan tapi juga terkadang ia harus juga memberi kebebasan pada anak didiknya untuk berpikir sendiri, agar tidak ada beban berat pada si anak untuk sesuai dengan aturan dan tradisi-tradisi sekolah yang telah terlembaga. Selain isu kebebasan ini, masih banyak pesan lain yang bisa dipetik anatara lain, loyalitas, solidaritas, kesetiaan, memerhatikan sesama, dan masih banyak pesan positif lain yang dapat diambil, tergantung dari sisi mana kita memandangnya.

Film ini merupakan proses penyadaran, dimana para murid dan juga penonton melihat bahwa otoritas lembaga dalam hal ini sekolah, dapat dan selalu berupaya menjadi pengarah, tapi hanya diri kita sendiri yang dapat menentukan arah hidup kita. Sekolah seketat dan sedisiplin apa pun aturannya tetap masih saja ada beberapa anak yang menyimpang dari aturan. Disini aturan hanyalah pengarah dan kitalah yang menentukan, apakah mau mengikuti aturan tersebut ataukah tidak.  Semua terserah dan tergantung pada kita!

            

Antara Ajakan dan Bahaya Vaksin/Imunisasi

Ulasan pustaka ini bersumber dari tulisan di website http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/19/mengungkap-konspirasi-imunisasi-dan-bahaya-vaksin/ yang berjudul “Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya vaksin”. Dalam tulisan berikut ini akan dipaparkan ulang mengenai isi bacaan tersebut beserta komentar dan atau catatan kritis terhadapnya.

           

Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin Bagi Kesehatan

            Penelitian mengenai vaksin modern atau yang biasa dikenal dengan imunisasi telah dilakukan oleh Flexner Brothers dan didanai oleh Rockefeller. Rockefeller sendiri merupakan salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia. Bahkan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional. Faktanya bahwa keluarga Rockefeller ini adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya. Melihat latar belakang tersebut jelas bahwa vaksin modern/imunisasi merupakan salah satu campur tangan (konspirasi) zionisme yang ingin memperbudak dan menguasai dunia dengan new world order mereka. Tentu saja hal tersebut sangat mengejutkan dunia kesehatan. Jangan-jangan vaksin sengaja didesain untuk membodohi kita semua, terutama negara-negara miskin, muslim dan negara dunia berkembang. Seperti Indonesia misalnya.

Menurut para imuwan, vaksinasi/imunisasi itu berbahaya. Dalam tulisan di website http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/19/mengungkap-konspirasi-imunisasi-dan-bahaya-vaksin/  dikutipkan pendapat para ilmuwan tentang vaksin.

 

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”

( Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika)

 

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”

(Dr. Richard Moskowitz, Harvard University)

 

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”

(Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris)

 

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.

(dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional)

 

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”

(Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962)

 

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”

(Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional)

 

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”

( Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika)

 

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”

(Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”)

 

 

Bahkan diJerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Rahasia dibalik vaksin dan imunisasi telah menjadi tanda tanya besar bagi negara-negara maju. Dan sekarang sudah terjawab, bahwa vaksin itu berbahaya bagi kesehatan. Vaksin Diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang) dan hal tersebut merupakan sebuah proyek besar bangsa zionis untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut. Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA[1] sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut. Apabila DNA orang yang tidak kita tau asal- usul dan wataknya tercampur dengan bayi yang masih suci maka yang terjadi tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut. Bisa dibayangkan bila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya. Dari banyak sumber diketahui bahwa penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau mungkin hal itu disengaja oleh pihak-pihak yang terkait. Pasalnya Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

 

Babi dalam vaksin

            Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah sesuatu yang baru. Kaum muslim maupun yahudi telah mengharamkan babi sejak dulu. Seperti yang tercermin dalam Al-Quran  surat Al maidah (5)  ayat 3 yang berbunyi: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi,…. Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan : “Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”

 

Imamat 11 : 7-8

 

Dalam kedua kitab tersebut menyebutkan babi itu haram. Tentu kenapa tuhan mengharamkan babi pasti ada alasan-alasan yang jelas. Dari berbagai sumber menyatakan bahwa babi itu haram alasan terpentingnya karena DNA babi mirip dengan DNA manusia. Perbedaannya hanya 3 %.  Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia. Itulah mengapa babi diharamkan. Jika kita memakan daging babi berarti sama saja makan daging manusia. Atau dengan pekataan lain kanibal, makan daging sesama manusia. Selain itu ada hal-hal lain yang menyebabkan diharamkannya babi yaitu, banyaknya penyakit dalam tubuh babi, tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas, dan sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

Babi dalam vaksin jelas juga termasuk haram. Vaksin meningitis misalnya. Vaksin ini biasanya diberikan pada jamaah haji Indonesia sebelum mereka pergi haji ke tanah mekkah. Padahal menurut Islam babi itu haram tetapi kenapa saat jamaah haji Indonesia mau beribadah menghadap Allah malah disuntikan unsur babi ke dalam tubuhnya. Padahal semua vaksin itu berbahaya dan tidak ada yang aman, apalagi vaksin dari unsur babi. Selain bahaya juga diharamkan babi  bagi  muslim.

 

 

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan

 

            Beberapa kasus dan bukti bahwa vaksin memiliki efek-efek negatif yang membahayakan kesehatan adalah sebagai berikut.

  1. Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
  2. Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
  3. Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
  4. Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
  5. Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
  6. Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
  7. Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
  8. Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
  9. Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak. Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
  10. Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
  11. Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
  12. Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.

Kasus-kasus yang membuktikan bahwa vaksin itu membawa bencana tidak pernah dipublikasikan dan bahkan disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan. Hingga kini pengetahuan mengenai bahaya vaksin masih hanya diketahui oleh sekelumit orang. Namun mayoritas masyarakat di negara maju sudah tahu bahwa vaksin tidak baik dan cenderung malah memperlemah antibodi tubuh. Maka masyarakat di negara-negara tersebut menolak jika anak-anaknya di vaksin. Sekarang ini masyarakat miskin dan masyarakat negara dunia berkembang merpakan sasaran empuk pasar vaksin. Melalui kerjasama dengan pemerintahan negara tersebut maka vaksinasi menjadi program pemerintah. Masalahnya pemerintah juga belum tahu persis mengenai bahaya vaksin itu sendiri karena biasanya di negara miskin dan sedang berkembang kualitas SDM-nya terbatas sehingga belum mampu membuktikan bahwa vaksinasi merupakan konspirasi dan berbahaya bagi kesehatan.

 

Lalu bagaimana dengan vaksinasi di Indonesia?

Vaksinasi berkembang pesat di Indonesia yang notabene merupakan negara sedang berkembang dan berpenduduk mayoritas muslim. Bahkan pemerintah melalui Menteri Kesehatan,  dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH didampingi Gubernur Prov. DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada 18 Oktober 2011 mencanangkan program imunisasi/vaksinasi tambahan campak dan polio, di Jakarta. Pencanangan ini menandai dimulainya kampanye imunisasi tambahan campak dan polio, di 17 Provinsi di Indonesia.

Imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun 1990, kita telah mencapai  status Universal Child Immunization (UCI), yang merupakan suatu tahap  dimana cakupan imunisasi di suatu tingkat  administrasi telah mencapai  80% atau lebih. Sementara Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Regional Asia Tenggara telah menyepakati  tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI). Hal ini sejalan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional atau GAIN UCI yang bertujuan meningkatkan cakupan dan pemerataan pelayanan imunisasi sampai ke seluruh desa di Indonesia. Atau pencapaian imunisasi anak hingga 100%. Keseriusan pemerintah Indonesia dalam pencapaian target tersebut yaitu dengan turut terlibatnya Indonesia dalam sidang World Health Assembly (WHA) ke-64 pada tahun 2011 di Jenewa yang berhasil melahirkan sebuah kerangka Resolusi WHA 64.5 [2]mengenai persiapan menghadapi pandemi influenza: berbagi virus dan berbagi vaksin dengan manfat lainnya. Dengan keterlibatannya disini diharapkan Indonesia mendapatkan akses keterjangkauan vaksin.

Berdasarkan hal-hal yang telah disebutkan di atas menandakan bahwa negara Indonesia belum sadar bahwa vaksinasi itu berbahaya bagi kesehatan. Padahal sudah banyak di internet beredar berita mengenai bahaya vaksin. Terutama dari para ilmuwan di negara maju yang meneliti tentang vaksin. Bahkan pemerintah sendiri malah merencanakan pencapaian imunisasi  hingga 100% di 2014 nanti. Negara ini sepertinya telah dibutakan. Atau malah menutup mata terhadap isu vaksin demi tujuan bisnis kapitalis segelintir masyarakatnya sendiri yang menjadikan vaksin sebagai bisnis. Ataukah ada pihak luar yang memposisikan vaksin sebagai bisnis sekaligus penyerang yang menghancurkan perlahan-lahan masyarakat negara berkembang sendiri. Seperti diketahui bahwa akhir-akhir ini beberapa kasus  mencuat terkait efek vaksinasi. Diantaranya ada seorang bayi yang meninggal setelah diimunisasi. Dan masih banyak kasus-kasus lain yang akhir-akhir ini muncul di media terkait isu bahaya imunisasi/vaksinasi.

 

Referensi

http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/19/mengungkap-konspirasi-imunisasi-dan-bahaya-vaksin/, Diakses 3 November 2011.

http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1696-menkes-canangkan-kampanye-imunisasi-tambahan-campak-dan-polio.html, Diakses 3 November 2011.

http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1691-prorgam-imunisasi-berhasil-tekan-morbiditas-dan-mortalitas-tujuh-penyakit-di-indonesia.html, Diakses 3 November 2011.

 http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1619-upaya-kemkes-wujudkan-aksesibilitas-keterjangkauan-dan-akuntabilitas-imunisasi-di-indonesia.html, Diakses 3 November 2011.

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/11/03/100818/Usai-Diimunisasi-Seorang-Bayi-Meninggal, Diakses 3 November 2011.

http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=576:ada-anggapan-imunisasi-haram&catid=81:berita-daerah&Itemid=75, Diakses 3 November 2011.

 http://onlineherba.blogspot.com/2010/07/bahaya-imunisasi.html, Diakses 3 November 2011.

http://saif1924.multiply.com/journal/item/10, Diakses 3 November 2011.

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.co.id&u=http://www.wariscrime.com/2009/08/31/news/historical-facts-about-the-dangers-of-vaccines/&usg=ALkJrhjEu26G2F_18K2m8WHa0dridDpmpQ, Diakses 3 November 2011.

 http://vactruth.com/2011/10/25/20-vaccination-trivia-facts/, Diakses 3 November 2011.

 http://vactruth.com/2011/10/18/vaccinat … ctiveness/, Diakses 3 November 2011.

http://vactruth.com/2011/10/16/medical- … n-the-usa/, Diakses 3 November 2011.

 http://vactruth.com/2011/10/17/no-scien … -no-proof/, Diakses 3 November 2011.

 

 

 

 

 

 

 


[1] DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.

 

[2] Sidang ini dimaksudkan untuk melindungi hak seluruh negara berkembang dalam mendapatkan akses keterjangkauan  vaksin, antiviral, dan diagnostic kits pada saat pandemi influenza dan mendapatkan bantuan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi vaksin.