Butterfly Effect, God Created You In The World To Fulfil A Specific Mission

Dalam bahasa Indonesia, Butterfly Effect berarti efek kupu-kupu. Istilah Butterfly Effect ada dalam “Teori Chaos”[i] (Chaos Theory) yang berhubungan dengan ketergantungan yang peka terhadap kondisi awal, dimana perubahan kecil dalam suatu tempat dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Istilah Butterfly Effect dipopulerkan pertama oleh Edward Norton Lorenz, yang mengatakan bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil secara teori dapat menghasilkan Tornado di Texas beberapa bulan kemudian.

Memang, Kepakan sayap kupu-kupu secara teori hanya menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, mempercepat bahkan bisa mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Kita perhatikan faktanya bahwa kupu-kupu tidak menyebabkan angin ribut atau tornado. Kepakan sayapnya hanyalah bagian kondisi awal, dimana satu himpunan kondisi menghasilkan tornado, sedangkan himpunan kondisi lain tidak. Mungkin saja himpunan kondisi yang tidak melibatkan kepakan sayap kupu-kupu bisa saja menjadi penyebab angin ribut.

Dalam kehidupan sehari-hari kepakan sayap kupu-kupu dapat diibaratkan dengan perilaku kita sehari-hari. Semantara, tornado kita ibaratkan sejarah (baik itu sejarah diri sendiri maupun sejarah dunia). Setiap hal yang kita lakukan akan berpengaruh besar dalam sejarah dunia.  Meskipun hal yang dilakukan tersebut sering dianggap remeh. Dari yang remeh-temah itu lah akan terjadi efek yang signifikan apabila dilakukan oleh banyak orang di dunia ini. Ibarat, satu lidi itu tidak akan kuat untuk menyapu halaman, tapi jika seratus lidi dikumpulkan akan mampu untuk membersihkan banyak halaman. Ditambah, gerakan hati pribadi-pribadi yang ingin menjadikan dunia bersih. Inilah mengapa, beberapa fakta-fakta apabila dikumpulkan akan menjadi penyebab dari suatu peristiwa atau sejarah dunia terjadi.

Semua sejarah di dunia ini ada kontribusi masing-masing individu yang berperan melalui tugas dan misinya masing-masing yang diberikan Sang Pencipta. Apakah itu misi lokal, nasional, maupun kancah internasional. Semuanya berperan untuk menciptkan suatu peristiwa atau sejarah dunia. Misal, kalau kita generasi muda ingin agar Indonesia kelak dikenal sebagai Negara yang besar, kuat, hebat, dan mandiri, tentu itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Lakukan hal-hal kecil yang sesuai misi kita di dunia dan bisa berkontribusi untuk kemajuan negara Indonesia. Misal, kalau mau jadi penegak hukum, jadilah penegak hukum yang adil, jujur, dan tidak KKN. Misal jadi dokter, jadilah dokter yang tidak berorientasi ke materi, tapi murni menolong orang lain, tidak membeda-bedakan pasien. Kalau jadi entrepreneur yah sebaik mungkin berusaha lah menjadi mandiri dan bisa mempekerjakan orang lain, minimal bisa swasembada diri dan keluarga. Kalau jadi pegawai biasa ya minimal  tidak merepotkan orang lain dan bisa mencukupi kebutuhan sendiri, kalau jadi Petani ya minimal bisa sukses dan buat lingkungan sekitar tidak sulit dan kekurangan beras. Jadilah versi terbaik dari pekerjaan yang ada sekarang. Misal, masih nganggur, tidak ada kerjaan, teruslah berusaha, jalin silaturahmi biar cepat dapat kerja.

Kasus lain yang merupakan  butterfly effect juga yaitu pemenasan global. Kenapa pemanasan global bisa terjadi? Itu adalah perbuatan manusia sendiri yang sering berbuat kerusakan di alam tanpa memikirkan akibatnya. Sekecil apapun perbuatan baik kita untuk mengurangi pemanasan global tentu akan berpengaruh besar pada dunia. Misal: menanam pohon, kurangi penggunaan kertas, sering-sering naik sepeda, hemat penggunaan listrik, beli produk hemat energi, mengajak orang lain untuh hemat energi.

Di Al-Quran pun juga sudah tertulis dengan jelas bahwa kerusakan yang terjaid di darat dan laut itu disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri. Misal, kita membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan selokan atau sungai tersumbat dan alami pendangkalan sehingga mengakibatkan ekses negati banjir. Itu ulah manusia sendiri kan?

Makanya, guys, sebagai orang bijak dan baik, alangkah baiknya kita melakukan hal-hal berikut:

  1. Berpikirlah sebelum bertindak, karena nanti akan ada efek ke depannya baik atau buruk.
  2. Jangan pernah lupa akan Hukum Sebab-Akibat, karena apa pun yang kita lakukan akan ada akibatnya, entah itu baik atau buruk.
  3. Waspada atas tindakan yang kiranya akan berakibat buruk atau negatif

[i] “Teori Chaos” adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dll : random, tidak teratur dan anarkis.