Resume Buku,  “Kece Tanpa Kere” Part 1

Hidup di zaman sekarang,  generasi muda menghadapi tantangan zaman berupa gaya hidup hedonis dan konsumerisme. Berbagai tawaran gaya hidup dari versi budget kecil hingga budget yang cukup menguras kantong. Godaan terbesar generasi zaman sekarang, I think ini dia,  tuntutan untuk mengikuti gaya hidup terkini atau modern.  Karena apa yang relevan pada generasi sebelumnya mungkin sudah tidak relevan lagi bagi generasi muda kini.  Inilah  yang disebut paham kekinian.

Sayang sekali pembenaran-pembenaran tersebut menjadi dasar dari tindakan impulsif sebagian besar orang.  Terutama,  untuk orang-orang yang selalu harus mengikuti lifestyle terkini dan menganggap bahwa sosial status hanya dinilai dari barang-barang yang mereka miliki. Baik itu generasi muda maupun generasi tua.  Karena usia tidak menentukan apa orang cenderung konsumtif atau tidak. Tapi pemahaman yang salah terhadap uang.  Bagaimana uang bisa membuat manusia terjebak dalam utang jika tidak digunakan dengan baik. Atau sebaliknya, uang bisa membantu manusia mencapai target hidupnya jika direncanakan dengan matang.  Oleh karena itu pengertian yang benar tentang uang harus dimiliki oleh setiap individu sejak dini.
Anyway,  sebagai generasi yang membawa misi perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia, tentunya kita sebagai generasi muda gak mau kan terjebak dalam gaya hidup hedonis ini?? Kalau gak mau jadi beban orang-orang di sekitar kita atau bahkan negara sekali pun,  maka mulailah untuk ambil bagian dari perubahan untuk masa depan yang lebih baik dengan menjadi generasi yang #SayangUangnya.

Diterbitkan oleh Kompas Gramedia.
# Berlanjut

Advertisements

The Ultimate Fortune: Rezeki Level 9

The Ultimate Fortune: Rezeki Level 9

 Apa itu rezeki level 9?

“Rezeki  level 9 adalah jenis rezeki yang unik, teramat sakral, tuntas, dan berguna. Efeknya tak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang sekitar, bahkan semesta raya. Buktikan saja”.

(Dipetik dari, Buku Rezeki Level 9 karangan Andre Raditya)

Meskipun, rezeki itu menurut pemahamanku bukan hanya melulu soal harta, tapi tak apalah akan kita bahas rezeki dalam konteks ini adalah mengacu pada benda materil yakni harta alias kekayaan.

Yuk Mari, Kita bahas,

  1. Rezeki Yang Sudah Dijamin yaitu rezeki yang sudah dijamin oleh Tuhan YME, alias tidak mengenal persyaratan rumit untuk mendapatkannya. Tidak mengenal suku, agama, golongan, parpol, latar belakang kelaurga, gender, dll. Tidak peduli sesorang itu baik atau jahat, dermawan atau kikir,pintar atau bodoh, dermawan atau pelit. Tidak perlu strategi untuk mendapatkannya. Orang gila sekalipun bisa mendapatkannya. Napas, umur, waktu, berdetaknya jantung, mengalirnya darah, jalannya semua sistem syaraf, dan keberlangsungan semesta yang mmungkinkan turunnya hujan, terbitnya matahari, berkembangbiaknya hewan dan tumbuhan, dan apapun yang tidak kita pikirkan sekalipun. Itulah rezeki level 1.

 

  1. Rezeki Yang Dipaksakan

Adalah rezeki yang didapatkan dengan cara menghilangkan unsur kesabaran, karena memiliki potensi untuk mendatangkan keburukan bagi para pelakunya. Duh kayaknya rada susah dipahamin ya. Gini, rezeki ini bisa didapat ketika kita memaksakan diri untuk membeli itu rezeki. Misal, rumah yang dibeli dengan kredit karena dipaksa oleh orang tua, kendaraan yang dibeli dengan kredit, & sebagian dari kita bisa sekolah tinggi karena orang tua kita pontang-panting nyari pinjaman untuk bayar sekolah. Mungkin, sudah paham kan? Rezeki nomor 2 ini jika dipikir pakai akal, pendapatan kita tidak mungkin dapat membeli apa yang saat ini kita punyai, jika kita tidak mengambil keputusan berani dengan beli cicil alias utang.

  1. Rezeki Yang Diupayakan

Memang betul bahwa Allah sudah mengatur rezeki tiap mahluk di Lauhul Mahfudz, tetapi Allah tidak menempatkan ketetapan takdir manusia pada satu kotak kepastian, melainkan Allah meletakkannya pada Kotak “KEMUNGKINAN”.  Jika si A memilih mencari rezeki denganberprofesi sebagai guru, maka pendapatannya akan sekian juta. Beda pagi jika ia memilih profesi sebagai polisi, dokter atau pengusaha. Selain itu, potensi penghasilan seseorang tergantung cara kerja dan metodenya, dan ditentukan latar belakang pendidikannya. Intinya, rezeki ini harus diupayakan. Kalau mau gaji besar ya harus rajin bekerja, tidak malas-malasan.

Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya” (QS. Ar-Ra’d:11)

  1. Rezeki Yang Diminta

Yaitu rezeki yang sebab kedatangannya karena kita minta dengan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Maka, berdoa dengan serius dan minta apa yang kita butuhkan kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dengan bahasa yang sopan dan baik. Massa minta tolong ke orang lain bahasanya indah, kok ke Allah enggak? Apa gak aneh?!

  1. Rezeki Dari Pertukaran

Rezeki ini adalah hasil pertukaran dengan apa yang anda punya dengan rezeki yang anda butuhkan. Misal, anda butuh uang, anda jual brang yang bisa diperjualbelikan. Nah, apabila tidak memiliki barang yang dijual, maka bisa kita tukarkan keahlian kita untuk mendapatkan uang. Namun bagi orang yang tidak punya keduanya. Tenang, rezeki level 5 ini masih bisa menerima hal lain yang bisa ditransaksikan. Namanya “Rekening Gaib”. Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, semuanya ditabung di dalam rekening ghaib. Dan sewaktu-waktu bisa kita pertukarkan dengan cara berdoa kepada Allah SWT. Cara menambah saldo rekening ghaib antara lain: mengajarkan ilmu yang bermanfaat, berbakti pada orang tua, tanggung jawab kepada keluarga, jujur dan amanah dalam tugas, dll. Contoh cara memohon kepada Allah: Ya Tuhan saya telah mengajarkan kebaikan kepada anak didikku dengan berbagai ilmu agama, jika hal tersebut bernilai kebaikan maka hamba memohon kepada engkau untuk tunaikan segala kebaikan hamba dalam bentuk kemudahan hidup dan rezeki.

  1. Rezeki Yang Dijanjikan

Contoh:

  1. Barang siapa sedekah, maka Allah akan ganti mulai dari sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat.
  2. Barangsiapa bersilaturahmi, maka Alllah akan bukakan pintu rezeki dan memanjangkan umurnya.
  3. Barang siapa berbakti pada orang tua maka Allah akanturunkan kemudahan dan ridho atas kehidupannya.
  1. Rezeki Keikhlasan

Banyak kisah-kisah yang menceritakan balasan rezeki yang luar biasa karena      keikhlasannya.

Mulai dari guru yang ikhlas mendapat bintang jassa dan diundang di berbagai acara TV

Para penjaga masjid atau marbot yang tiba-tiba naik haji

Anak-anak yang ikhlas berbakti dengan tujuan membahagiakan orang tuanya, Allah ganjar dengan rezeki yang melimpah ruah

Para suami yang ikhlas menafkahi keluarga  dimudahkan urusannya, sedangkan para istri yang ikhlas kepada suami akan dimuliakan derajatnya.

  1. Rezeki Yang disyukuri

Sesungguhnya Jika Kamu Bersyukur, Maka Niscaya Akan Aku Tambah Nikmat Kepadamu” (QS. Ibrahim:7).

Apapun peristiwa yang kita alami, kita harus bisa mengambil hikmah atau pelajaran agar kita bisa bersyukur. Selalu positive thinking ke Allah, itu kuncinya. Terutama untuk peristiwa tidak menyenangkan, karena kita akan cenderung susah bersyukur dan negaatif thinking kepada Allah.

Misal, belum punya kerjaan, alhamdulilah masih punya banyak waktu luang untuk belajar lagi.

Sedang sakit, alhamdulilah Allah berkenan mengampuni dosa dan mengistirahatkan badan kita.

  1. Rezeki level 9

Rezeki level ini datangnya tidak pakai diminta dan tidak pakai syukur. Dan juga tidak pakai cara seperti kita mengundang rezeki level lainnya. Rezeki jenis ini diturunkan kepada Hamba-Nya yang sudah dicintai-Nya. Cara mendatangkan rezeki level 9 yaitu dengan banyak memohon ampun kepda Allah alias beristighfar.  Nanti rezeki jenis ini akan datang sendiri.

Well, apapun jenis rezekinya kita harus belajar mensyukuri nikmat Tuhan. Biar ditambah nikmatnya. Baik sedikit atau banyak, tetap bersyukur. Yang mau baca buku versi lengkapnya, silahkan beli di toko buku, hehe.

Noted:

“Yang Paling Terpenting Rezeki Kita Harus Berkah Dan Bisa Menikmati Hidup Dengan Tenang Dan Bahagia”.

Jangan sampai kita punya banyak harta, tapi membuat hidup kita jadi gak tenang. Percuma donk punya harta banyak tapi selalu khawatir, takut dicuri, takur dirampok orang lah, dll. Lebih enak sih, punya harta banyak biar bisa membantu lebih banyak orang. Jadi harta tidak dimiliki  sendiri alias dimonopoli sendiri. Harta untuk memberdayakan orang lain yang belum berdaya, baik secara ekonomi maupun sosial.

 

 

Rahasia Magnet Rezeki

Kalian pernah gak sih mikir, kok susah banget mencari rezeki sih? Apa sih yang harus dilakuin biar rezeki kita bisa lancar? Kalian perlu baca bukunya Nasrullah yang berjudul, “Rahasia Magnet Rezeki”. Disitu dibahas secara detail dan dengan bahasa yang enak dibaca alias ngalir banget dan dengan kisah-kisah nyata pengalaman penulis. Di buku tersebut dibahas magnet rezeki yaitu, Positive Thinking, Positive Feeling, dan Positive Motivation.

Energi baik akan bertemu dengan energi baik. Jika energi dalam diri tidak baik, maka energi baik dari luar tidak akan mendekat. Rezeki diibaratkan sebagai energi baik, maka untuk mendatangkan rezeki caranya sederhana, cukup ciptakan energi baik dalam diri, maka rezeki akan datang dengan sendirinya. Nah pertanyaanya sekarang, apakah energi baik dan energi tidak baik itu? Yuk mari kita bahas.

Keluhan, iri hati, dengki, sombong adalah energi tidak baik. Energi tersebut tidak akan membuat rezeki datang. Justru akan membuat rezeki jadi susah alias seret.

Sebagian besar dari kita, pada umumnya bekerja keras dalam mencari uang dengan pergi pagi pulang malam, jungkir balik mengejar proyek, saling sikut dengan pesaing, misalnya. Bisa sih mendatangkan rezeki memang, tapi tentunya tidak berkah rezekinya.

Kerja keras memang harus dilakukan, tetapi selain itu perlu diupayakan juga dengan menciptakan energi positif dari diri. Misalnya, bekerja keras dalam berpikir positif, bekerja keras dalam sholat tepat waktu, kerja keras dalam tilawah Al-Quran, kerja keras berpuasa, kerja keras membahagiakan orang lain. Upaya-upaya tersebut dapat mengundang rezeki.

Ketika energi baik dalam diri sudah terkumpul, secara otomatis rezeki akan datang dengan sesimple itu. Semacam Magnet Rezeki.

Well, semoga tulisanku bermanfaat buat kalian!