TRILOGI ARKHYTIREMA Buku Kesatu: Kelahiran

Judul               :  Arkytirema Buku Kesatu: Kelahiran

Pengarang      :  Dicky Zainal Arifin

Penerbit           :  Lemurian Production

Tahun terbit     :  2011

Tebal hal.         :  346 halaman

 

 

 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ringkasan Novel

Trilogi ARKHYTIREMA merupakan sebuah novel yang bercerita mengenai kisah hidup seorang Bangsa LEMURIAN[1] yang lahir dengan kekuatan melebihi bangsanya akibat proses tata surya yang berhenti. Dialah ARKHYTIREMA, yaitu sebuah nama yang berasal dari kata ARK (bahtera), KHY (tenaga), TI (dari), RHEM[2] (12 planet dalam keadaan berhenti). Buku Kesatu: Kelahiran ini menceritakan kelahiran ARKHYTIREMA di MORTAPHRABEENA[3] ketika RHEM terjadi 3 jam lebih cepat dari yang diperkirakan pada 419 ORIGOM atau 40.000 SM. ARKHYTIREMA lahir ketika benua LEMURIAN, atau juga dikenal dengan nama Bangsa MU, sebelum dihancurkan oleh BHALLAMIN, raja Bangsa ATLANTIS. Kekuatan dan penguasaan energi menjadi kunci utama peradaban saat itu. Dalam menghimpun kekuatan dan penguasaan energi tersebut, Bangsa LEMURIAN memiliki teknologi MORTAPHRABEENA yang memastikan tiap WARUGHA (warga) LEMURIAN memiliki tingkat penguasaan energi sebesar 40%. Dengan tingkat penguasaan sebesar ini, seorang manusia mampu menghentikan proses penuaan dalam dirinya, memiliki kecerdasan dan kekuatan fisik di atas manusia sekarang yang pada umumnya hanya 2.5%. Sementara Albert Enstein saja yang jeniusnya bukan main kemampuan otaknya hanya 3% saja.

TRILOGI ARKHYTIREMA ini berupaya mengurai sejarah peradaban manusia terutama Bangsa LEMURIAN, yang diproyeksikan sebagai role model manusia oleh ADHAMA. ADHAMAlah kunci dari misteri peradaban manusia, termasuk  mitos-mitos mengenai alien dan para dewa di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). ADHAMA adalah manusia pertama yang memiliki tingkat penguasaan energi sebesar 100%. ADHAMAlah kunci dari misteri peradaban manusia, termasuk  mitos-mitos mengenai alien dan para dewa di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). Petualangan ARKHYTIREMA menguak semua hal itu. Mengenali ARKHYTIREMA adalah mengenal sejarah peradaban manusia, kisah bangsa-bangsa dari ADHAMA hingga saat ini.  Di Buku Kesatu, ARKHYTIREMA menjelajah mengenal berbagai ras manusia, makhluk hidup dan budaya di belahan galaksi lain melalui BARQHA[4], dalam upayanya mencari ADHAMA. BARQHA- BARQHA yang dijumpai dan dipakai adalah BARQHA UNDAMUNGTHA, BARQHA ADHAMA, dan BARQHA LILUA.  Masing-masing BARQHA mengantarkannya ke suatu tempat tujuan tertentu.

 

Analisis Novel

 

Novel karya Dicky Zainal Arifin berjudul “Arkytirema” ini sungguh sangat menarik perhatian. Dari kata pengantar atau muqadimahnya, yang menyatakan bahwa zaman prasejarah tidaklah seprimitif seperti apa yang dibayangkan banyak orang.

 

Selain itu, banyak bukti-bukti sejarah baru  yang mempertayakan soal teknologi pra-sejarah yang selama ini dinilai kuno dan terbelakang. Di Republik Gabon, Afrika, ditemukan tambang reaktor nuklir yang diperkirakan berusia 2 miliar tahun. Tambang ini lebih canggih dari pertambangan reaktor nuklir zaman sekarang. Di ruangan kuil Kerajaan Mesir kuno di Abydos, beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan plato Giza, ditemukan gambar-gambar alat taransportasi canggih paa balok atas penyangga langit-langit. Di China ditemukan beberapa dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet. Hasil penerjemahan Dr. Ruth Reyna dari Universitas Chandrigargh menjelaskan bahwa dokumen tersebut ternyata berisi petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa yang cara pembuatannya berbasis pada satu sistem analog bernama “Laghima”, yaitu satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “Laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang (Arkytirema, 2011: 4)

 

Dalam kata pengantarnya tersebut disebutkan pula bahwa teori evolusi Darwin, yang intinya adalah makhluk hidup berevolusi dari generasi ke generasi melalui proses seleksi alam, termasuk manusia, patut diragukan dan dipertanyakan lagi karena banyak ilmuwan telah membantah teori Darwin tersebut. Novel Arkhytirema ini sepertinya dibuat untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu oleh penulisnya. Meskipun hanyalah lewat sebuah novel, tetapi sepertinya penulis ingin menyampaikan pesan penting yang harus diketahui masyarakat pembacanya. Dari hasil penafsiran Saya sebagai pembaca novel tersebut, novel itu ingin mengomunikasikan bahwasanya prasejarah tak seprimitif seperti apa yang orang awam bayangkan. Hal-hal tersebut digambarkan secara imajiner lewat tokoh utamanya yakni Arkhytirema. Sepertinya novel ini diterbitkan sebagai bentuk protes atau kritik terhadap pengungkapan fakta-fakta zaman prasejarah yang dimanipulasi oleh suatu kelompok tertentu.

Hal-hal yang menjadi kritik terhadap novel ini adalah penggunaan istilah-istilah dalam bahasa Lemurian yaNg sulit dimengerti. Yap, meskipun istilah-istilah Lemurian yang dicetak kapital semua dalam novel tersebut ada penjelasannya semua di dalam glosarium yang disertakan bersama novel tersebut. Namun, untuk orang-orang awam yang malas membaca dan berpikir akan kesulitan memahami jalan cerita dalam novel ini. Latar seting waktu dan tempatnya sangat unik. Mengambil latar waktu sekitar tahun 40.000 SM yang belum pernah dijamah oleh seorang penulis novel pun sebelumnya.

Di dalam novel ini sepertinya penulis ingin mengenalkan tulisan dan angka Lemurian, sebuah bangsa dimana Arkhytirema dilahirkan. Di akhir-akhir bab novel ini dialog-dialognya menggunakan tulisan Lemurian tetapi tetap di bawah tulisan kuno tersebut diberi terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah tulisan dan angka Lemurian yang ada di Glosarium novel tersebut.

Huruf Lemurian

 

 

Angka Lemurian

 

Menurut glosarium huruf Lemurian tersebut tidak ada huruf besar dan kecil. Cara penulisan dan  membacanya dari sebelah kanan ke kiri, sama seperti tulisan bahasa Arab. Untuk penggunaan tanda baca (.,?/;:&)() digunakan tanda baca yag biasa dipakai sesuai kebutuhan. Di bawah ini merupakan contoh penulisan huruf-huruf Lemurian yang ditulis secara berangkai.

 

        Selain pengenalan huruf dan sedikit bahasa Lemurian, novel ini menyelipkan beberapa sikap hidup yang dipegang oleh sang tokoh utama, Arkytirema, yang merupakan orang keturunan bangsa Lemurian. Beberapa sikap hidup dan landasan filosofis bangsa tersebut dalam mengenal sang pencipta yakni,  WASKITA, IRAADA, SATYA, UMADITHA, NAA-RITHA, dan HAMBAALA. Arti dari masing-masing istilah tersebut adalah sebagai berikut.

  1. WASKITA merupakan kewaspadaan yang wajib dimiiki oleh setiap warga untuk melihat segala sesuatu secara sadar dan dengan pertimbangan yang jauh dari untung-rugi.
  2. IRAADA adalah sebuah ajaran untuk kembali pada Sang Pencipta, segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yag datang dari sang pencipta akan kembali lagi pada-Nya. Konsep ini mirip dengan konsep innalillahi wa inna ilaihi roji’un dalam agama islam.
  3. SATYA artinya bahwa kita harus konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Pencipta dan tidak akan berpindah pada ajaran yang menyesatkan. Jika dianalisis konsep ini mirip istilah istiqomah dalam islam.
  4. HAMBAALA adalah suatu ajaran dengan penyerahan total kepada Sang Pencipta tanpa syarat. Ini adalah symbol kepasrahan yang secara total. Tidak ada lagi ketakutan, kekhawatiran, dan tawar-menawar dalam memasrahkan diri kepada Sang Pencipta.
  5. NAA-RITHA adalah sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Pencipta. Maksudnya bahwa kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Sang Pencipta dan kita pula aka dihadapakan pada pengadilan yang seadil-adilnya, yaitu dengan hakim Sang Maha Pencipta sendiri.
  6. UMADITHA adalah suatu sikap menerima dari semua keputusan Sang Pencipta tanpa protes. Jadi semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan kembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di dunia maupun akhirat.

Ajaran-ajaran tersebutlah yang menjadikan bangsa Lemuria menjadi bangsa yang rendah hati, sering mengalah, serta tingkat pemakluman tinggi sehingga jarang terjadi konflik diantara warga bangsa tersebut. Mungkin inilah yang menjadi harapan penulis bagi Indonesia agar berkelakuan seperti Bangsa Lemurian, supaya konflik antar warganegara Indonesia tidak akan marak lagi terjadi di negeri ini.

Referensi

http://izlanlemuria.blogspot.com/2011/11/mengenal-huruf-dan-angka-lemurian.html, Diakses 3 Juli 2012.

(http://arkhytirema.com/profil-novel/profil-penulis/), Diakses 3 Juli 2012.

http://arkhytirema.com/profil-novel/behind-the-novel-buku-kesatu-kelahiran/, Diakses 3 Juli 2012.


[1]  Ras yang pertama kali dikembangkan oleh ADHAMA sebagai role model bangsa lainnya. Tipikal ras lemurian adalah rendah hati, sering mengalah, tingkat pemakluman tinggi, suka berpikir, dan merupakan bangsa penemu serta memiliki teknologi luar biasa canggih. Bangsa ini memiliki rata-rata kemampuan 40% dari manusia yang sesungguhnya.

 

[2] Istilah RHEM dikenal dalam  dunia ilmu pengetahuan sebagai planetary alignment, yaitu ketika planet dan atau benda-benda lainnya di tata surya dalam keadaan satu garis yang sejajar dengan matahari. Fenomena ini jarang terjadi. Contohnya adalah pada 5 Feberuari 1962, dimana matahari, bulan, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, dan Saturnus berada pada satu garis lurus. Atau pada 20 April 2002, di ufuk Barat sesaat setelah matahari terbenam, warga bumi dapat menyaksikan lima anggota tata surya lainnya, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus yang berjajar hampir membentuk garis lurus. Fenomena alam ini dapat dilihat dengan mata telanjang. Dugaan bahwa fenomena alam ini berpengaruh terhadap gaya gravitasi medan energi yang diciptakan, bisa dilihat dari fenomena pasang surut bulan.

 

[3] Proses kelahiraan ala bangsaLemurian.

[4] Portal antar ruang dan dimensi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s