Sex Education, Masuk Kurikulum Pengajaran di Sekolah?

Di era postmodern seperti sekarang ini pendidikan untuk anak didik di sekolah sangat dibutuhkan. Terutama sekali yang harus diperhatikan yaitu sex education, dimana hal ini sangat jarang diperhatikan oleh para orang tua dan guru di sekolah. Padahal untuk anak usia remaja yang sedang mengalami masa-masa puber, pengetahuan tentang sex murni dibutuhkan, agar mereka tak terjerumus ke dalam dunia kelam pergaulan bebas. Bahkan para remaja seringkali mencari tahu sendiri pengetahuan-pengetahuan tentang ”seks” melalui googling di internet. Tentu saja hal tersebut terjadi karena orang tua dan guru di sekolah terlalu menganggap tabu istilah seks untuk diajarkan pada anak. Sebenarnya pikiran mereka salah. Dengan lingkungan keluarga dan sekolah yang cenderung membatasi keingintahuan anak, maka akan berakibat fatal yaitu, terjerumusnya mereka pada jalan menyimpang sex bebas. Untuk menanggulangi hal itu terjadi maka perlulah sex education atau pendidikan tentang seks untuk dimasukan ke dalam kurikulum sekolah. Jika muncul pertanyaan kenapa harus dimasukan ke dalam pengajaran di sekolah, maka jawabannya cukup simple. Pertama, orang tua umumnya tidak bisa menjelaskan mengenai sex education kepada anaknya sendiri karena keterbatasan pengetahuan mereka. Kedua, orang tua telah memasrahkan segala hal terkait pendidikan anaknya pada sekolah. Jadi otomatis, sekolahlah yang seharusnya menyisipkan pengajaran tentang sex education kepada anak didiknya. Caranya dengan menambah materi pelajaran tentang sex education ke dalam kurikulum pengajaran. Minimal pelajaran tentang seks ini diberikan untuk para remaja sekali dalam tiga tahun. Atau bisa juga melalui para gurunya. Setiap guru harus memiliki misi untuk menyisipkan materi-materi mengenai sex education melalui humor-humor segar yang dilontarkan selama proses pembelajaran. Semoga dengan masuknya sex education ke dalam kurikulum pengajaran di sekolah-sekolah di Indonesia, akan mengurangi jumlah remaja yang terjerumus ke lembah hitam seks bebas. Saya hanya bisa berkata, “amin”, kabulkanlah Ya Allah.

 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s